August 31, 2006

Ginjal dan Stroke

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah : Otak dan Darah. !! 

Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, Sementara darah memiliki komponen air 95%. Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Jumlah di atas harus ditambah bila
anda seorang perokok. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari…? 

Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya…? Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Dari otak…? 

Belum sampai segitunya (wihh…bayangkan otak kering gimana jadinya…), melainkan dari sumber terdekat : Darah. !! 

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer. 
Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah) Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan
perobekan pada glomerulus ginjal. 

Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah.
Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ‘
kan…? Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. 
Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi
sebagaimana mestinya.. (ya wajarlah namanya juga kurang makan…) 

Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental…), maka serangan stroke bisa lebih lekas datang 

Sekarang tinggal anda pilih: melakukan "investasi" dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke. 

August 29, 2006

Iseng

Kemaren iseng ngobrol ma P’ De, beliau bilang manusia itu sering tidak terima bila dikritik secara angsung, senengnya pke basa-basi. Padahal ibarat cermin, cermin selalu mengoreksi kekurangan kita, tanpa cermin, kita ngak akan tau apa yang kurang dari kita. Seperti itu pula kita, kita ngak akan tau kekurangan kita tanpa ada orang lain yang mengingatkan.

Contoh basa-basi atau unggah-ungguh, bila ada gelas yang diisi air setengah, kita cenderung mengatakan klo gelas itu "terisi setengah" dari pada "kosong setengah". Benar tidak…???? jawab ndiri ya..

Seperti kata UJ (Ustad Jefri) dalam salah satu ceramahnya, mata kita diletakkan oleh Allah di depan, untuk melihat ke depan, bukan untuk ke belakang, hanya sekali-kali saja kita melihat ke belakang. Artinya kita harus melihat ke depan, tapi tidak berati kita tidak melihat ke masa lalu, justru kita lihat masa lalu untuk menghindari kesalahan di masa lalu.

General Check Up II

Hari ini lanjut lagi General Check Up, tadi malam dah puasa dari jam 8. Trus ngak maem apa-apa ampe tadi pagi, cuman minum air aja agak banyakan.

Nyampe di GSG langsung cek darah, darah diambil dari nadi tangan kanan… sakit bangeth pas jarum ditarik. Setelah itu ambil urine, trus makan pagi… laper bangeth.

Abis maem ke ruang rontgen. Trus istirahat 2 jam di kost Erwan, di sana ada Ticka *istrinya Haris*. Baru setelah itu ambil darah lagi n urine.

Ngak lama sie prosesnya, cuman ngantrinya itu loh yang lama, ampe ngantuxs.

Eh Haris tambah keren loh, soalnya rambutnya gondronk, jenggotnya juga tebel *emang V suka yang gituh*. Kata B’ Nila kenapa juga Haris ngak sama V, trus V jawab susah klo V yang ama Haris, ntar ngak boleh keluar rumah.

August 28, 2006

General Check Up I

Hari ini V mulai general check up, harusnya besok siy, tapi kata Pa Ruslan dicicil aja hari ini, biar besok ngak terlalu berjubel. Langsung deg degan jantung V, trus tangan gemetaran n dingin. Soalnya ngak ada persiapan apa-apa, ya… bisa dibilang ngak siap *padahal apa juga yang mesti disiapin*.

Nyampe ke GSG ngisi formulir, trus test Dokter Internist. Pertama dokternya ngukur lingkar perut, trus ke tenggorokan, gigi & mulut, trus periksa tekanan darah, organ abdominal n dada. Eh… dokternya cowok.

Setelah itu pemeriksaan jantung, dokternya cewek siy, pertama disuruh timbang berat badan n tinggi badan, trus test mata. Stelah itu buka baju, kaos dalem n underwear (bra), trus disuruh baring, kaki, tangan, dada diolesin lotion trus dipasangin alat gitu, trus nunggu alatnya ngeprint… hihi… geli.. geli… ky dilucutin gitu…. Hihi….

Besok masih general check up, rontgen, test darah & urine, berarti malam ini puasa dari jam 8. Doain hasilnya bagus yah… 

Catatan Week End

Jumat, 25 Agustus 2006

Pulang kantor V langsung ke kampus, ada pertemuan buat ngebahas persiapan KKN ke Bukit Tangkiling, V kebagian bawain sendok plastik, aqua gelas n snack buat di jalan.

Abis dari kampus bareng Om Faruq, V ke tempat Om Nunu, anaknya Om Nunu (Tasya) ultah, setelah itu pulang ke kost ngambil baju, kan V mo nginep tempat Cucu.

Sampe di tempat Cucu, mati lampu n gelap, sepi pula… fuiiihhh ngak bakalan betah deh klo V yang tinggal di sana.

Eng..ing…eng.. Riqi dah dateng loh…!!!!

Sabtu, 26 Agustus 2006

Di rumah Cucu seharian, trus sorenya ke Kopegtel belanja keperluan buat KKN, trus langsung pulang ke kost, soalnya dah Magrib.

Sampe di kost mati lampu… sebel deh…. Mel n Riqi jalan, V sendirian di rumah. Bete abis, mosok malem minggu cumin di rumah doank, sendirian, mana laper.

Agak maleman Eri n Om Catur ke kost sekitar stengah jaman, trus V dijemput ama Amie, kita maem bareng Pita, Erwan n adeknya Amie.

Trus pulang ke kost. Minggu, 27 Agustus 2006

Bangun pagi, ke kampus dianter Riqi, V mo KKN ke Bukit Tangkiling,. Bukit Tangkiling itu tempat wisata alam di Palangkaraya, + 30 km arah Sampit.

Sampe di sana kita liat buaya n ngedaki Bukit Tangkiling, capek banget tapi seneng, walopun kaki pegel, tapi akhirnya bias sampe juga di atas bukit, dari atas keliatan jelas kota Palangky yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan & lahan. Trus.. kita foto-foto deh.

Eh di sana banyak yang mojok lohhhh… hihiihii… jadi kita ngintipin orang pacaran*koq mau yah diajakin mojok di tempat ky gitu, udah banyak nyamuk, musti capek ngedaki, sepi lagiiii*

Selanjutnya kita ke Aboretum, itu penangkaran orang utan kerjasama BKSDA & BOS, abis itu kita makan siang bekal kita di sana, trus pulang deh.

Malemnya V dijemput ama temen-temen, V, Remi, ERwan, Pita, Imuh n Amie makan bareng di depan Pajak…

Trus pulang n bobo….

August 27, 2006

Catatan Minggu I

Siang itu (22 agustus 2006), saat kembali ke kantor setelah makan siang bareng temen-temen di seksi kelembagaan, aku dapat surat tugas yang sengaja masih belum ditandatangani oleh big bos. Tertanggal 22 agustus 2006 aku diperintahkan untuk mengikuti pelatihan penafsiran citra satelit tingkat dasar di Balai Diklat Samarinda selama 21 hari terhitung sejak 23 agustus 2006 sampai dengan 12 september 2006.

Bingung, karena semua mendadak. Yang pertama kali terpikirkan adalah selama 21 hari. Ini adalah pelatihan terlama dari dua pelatihan yang pernah aku ikuti di tahun dan tempat yang sama.
Berat banget, karena bakal ninggalin Vitha, gimana vitha saat aku ngga ada ? siapa yang bakal anter jemput vitha terutama makan malamnya ? sedih…
Tapi bagaimana lagi, aku sudah berusaha menjelaskan ke atasan tapi semua sia-sia.

Sekitar jam 15.00  dengan berat hati aku terpaksa sampaikan ke vitha soal keberangkatan ku besok paginya. Aku tau Vitha kecewa berat…. tapi gimana lagi aku tetap bakal berangkat.

Sore itu jam 16.30 aku udah siap jemput sang putri. Dalam benakku semoga malam ini adalah malam yang berkesan sebelum kepergianku. Tapi ternyata semua menyedihkan. Berawal dari air mata langit yang membasahi ku hingga malam itu kami sama-sama nangis…….. Aku bener2 bingung gimana harus menjelaskan lagi ke vitha soal kepergianku kali ini.

Ternyata kesedihan ku ngga sampai disini. Sebenarnya aku masih berharap setidaknya pagi itu adalah sarapan terakhir sebelum aku pergi. Aku pengen mandangin dia dan sebagainya…. tapi semua musnah setelah vitha menolak ajakan ku. Rasanya cuma air mata yang bisa ngungkapin perasaan ku saat itu.

Akhirnya tepatnya jam 10. 30 (23 Agustus 2006) aku berangkat menuju Banjarmasin tanpa sebuah pertemuan, kemudian lanjut ke samarinda jam 15.00 dan akhirnya tiba di kampus hijau hari kamis, 24 Agustus 2006 jam 08.00 WIB.
Syukur semua berjalan lancar walaupun ini adalah sebuah perjalanan yang sangat menyedihkan semenjak aku bareng vitha. Aku berharap semoga ini ngga terjadi lagi  dikemudian hari.

Kamis, 24 Agustus 2006

Hari ini adalah hari pertama ku di kampus. Kesan pertama aku bete nunggu peserta lainnya yang masih mengikuti acara pembukaan karena semua kamar terkunci. Flexi keblokir cuma bisa nerima telepon termasuk beberapa pesan yang numpuk setelah satu hari satu malam ngga aktif karena bateray empty.
Kepenatan agak berkurang saat aku ngeliat sesosok manusia aneh yang ngga asing buat aku. Si Gudel, Demang, alias Dwi Hardianoor. Temen seperjuangan semenjak sekolah dan juga temen sekampung dengan nenek ku di Barabai.

Setelah mandi aku langsung ikut belajar bareng temen2 yang lain. Materi pertama di sampaikan oleh Bpk. Rudiyono (alumni SKMA Samarinda juga…) adalah Dasar Perpetaan sampai dengan makan siang.
Soal makanan, menunya ikan patin goreng, sayur bening, udang goreng, nasi 1 centong dan 1 buah jeruk manis.

Jam 14.00 sampai dengan 17.30 wita kami kembali masuk kelas dengan materi Program Dephut tentang Penafsiran Ctra Satelit yang disampaikan oleh Bpk. Heriyadi (salah satu kepala seksi di BPKH wil IV Prop. Kaltim).

Setelah magrib, lonceng bunyi pertanda peserta dipersilahkan masuk ke ruang makan. Menu makan malam pertama sayur santan tahu, ayam bakar dan sepotong buah semangka.
Malamnya sebelum tidur aku kembali kepikiran soal perjalanan ku kemaren. Begitu menyedihkan sampai akhirnya aku dan vitha kembali saling ngotot ditelepon. Dan akhirnya malam ini pun aku masih tidur dengan kesedihan…..

Jumat, 25 Agustus 2006

Jam udah nunjukkin pukul 06.30 WITA. Aku kesiangan, terlalu capek di perjalanan. Akhirnya lupa belum cuci pakaian yang sudah aku rendam satu malam. Aku juga sampai ngga inget kalo ada tugas dari widiyaswara yang harus selesai dan dibahas pagi ini. Semua rasanya masih berjalan ngga teratur.
Makan pagi dengan menu rawon. Sesuai namannya menu ini rawan kalo kita telat sarapannya, bukan berbahaya tapi rawan cepat habis isinya yang tersisa Cuma air/kuah. Ditambah ½ telur rebus dan ngga ketinggalan sambel.

Materi pagi ini masih melanjutkan tentang Dasar Pemetaan, ngebahas itung-itungan. Kali ini materi cukup menarik dan semangat, ngga ada kata jenuh….
Seperti biasa materi dilanjutkan setelah jam snack, ular kaliee…. ampe jam 11.00 WITA. Sempat aku bingung kenapa jam segini udah kelar, ternyata aku lupa kalo hari ini adalah hari jumat. Jadi ini adalah solat jumat perdana di mesjid kampus SKMA Samarinda yang  tercinta….
Ni enaknya pelatihan, kelar solat langsung ke ruang makan, karena makan siang udah siap. Lunch kali ini tanpa lauk, karena aku ngga suka ikan bandeng, penuh duri.

Jam 14.00 – 17.30 WITA masuk kelas, materinya Pengenalan Komputer dan Program oleh Bp. Suryadi ( Alumni SKMA Samarinda Angkatan I) di dampingi Ibu Maryatie (Mantan Guru Fisika di SKMA doloe…). Bete, panas karena lampu mati. Jadi 100 % materi ceramah tanpa alat peraga.

Keluar kelas aku dan Dwi JJS (jalan dan jajan Sore). Dwi kangen ama molen kacang ijo. Ternyata 4 tahun setelah kelulusan kami, warung itu masih ada.. tapi jujur aja ni kali pertama aku makan molen isi kacang ijo… (tentara kalie..). Trus kita ke rumah keluarga dwi, bikin keterangan kesehatan, karena kebetulan dwi punya acil ni perawat, gampang deh urusannya…
Setelah makan malam, trus nonton TV ampe jam 01.00 baru bisa tidur.

Sabtu, 26 Agustus 2006

Bangun pagi jam 06.00, solat, cuci baju dan mandi. Agak seger karena bangun lebih pagi.
Sarapan ama pecel, yang dibanyakiu kecambahnya karena katanya bisa meningkatkan kualitas sperma, he..he.. ngga ketinggalan ayam goreng dan sepotong tempe goreng.
Belum sempet setrika baju, lampu lebih dulu padam. Akhirnya aku masuk kelas dengan baju yang penuh kerutan, ngga pede banget sih tapi giman lagi daripada bolos kelas. Satu hari ini materi masih melanjutkan yang kemaren. Tapi kali ni bener2 bete karena lampu mati sampe jam 17.00 jadi bener2 ngga nyaman. Ternyata setelah 61 tahun Indonesia merdeka, kota samarinda ini masih sering byar pet…

Makan siang tadi menunya ayam goreng + sop kimlo. Makan malam menunya ayam Kentacky… itu ayam goreng pake tepung kaya di KFC. Wah jadi kangen makan siang bareng di KFC ama vitha.

Setelah mangrib aku ama dwi jalan ke pameran pembanguna Kaltim. Rame banget, bejubel karena tempatnya sempit. Ngobrol ama menik ( temen ku di BKSDA kaltim). Ke stand Dinas Kesehatan, aku ikut periksa kesehatan gratis. Hasilnya dengan umur ku 23 tahun berat badan 75 Kg dan tinggi badan 170 cm lemak yang ada di badan ku sebesar 18, 1 kg. Saran dari perawat agar aku banyak olah raga biar lemaknya agak kurang karena ini udah hampir tinggi. Ngeri juga…
Setelah dari rumah nenek dwi, Jam 22.00 kami udah sampai di kampus. SMS Vitha tapi ngga di bales, bete trus dibawa tidur. Tapi jam 02.00 kebangun, nonton TV, cuci baju trus main laptop ampe subuh.

August 25, 2006

Risk From Mobile Phones

Reunian

Hari Rabu kemaren, V reunian ama temen-temen ex skatel Banjarbaru yang lokernya di Kalimantan Tengah, ya ngak smuanya bisa kunpul sie, tapi lumayan lah… ngelepas kangen setelah lama bangeth kita ngak bisa ngumpul lagi, karena kesibukan masing-masing.

Malem itu V pulang rada malem, coz pulang kantor langsung cabut ke warnet (soalnya di kantor mati lampu), abis Magrib baru deh pulang ke kos, abisnya ngapain juga cepet pulang, lha wong dikos mati lampu juga.

Ampe di kost, Mel ternyata dah nyampe duluan, kita sama-sama sakit pelut, jadi males ngapa-ngapain, V langsung mandi n stay tune on Simpatic. Ngak lama Bu Piek telepon Mel ngajakin makan di Bunderan, tapi kitanya males *kan cakit pelut*.

Pas rada maleman pintu kost diketok, taunya temen-temen udah di depan pintu kostan, hehe… ngajakin maem, jadi deh kita smua maem di depan Pajak *Campur Sari*. Pas nyampe sana seru banget sampe semua orang yang ada di sana pada ngeliatin kita semua… orang extreem kali yak…

Eh lupa ding, yang ngumpul itu V, Mel, Pita, Remmy, Amie, Yanes, Odeq, Imuh, eh… ada juga istrinya Imuh tuch….ada juga adeknya Amie.

Abis maem kita kumpul di kost Erwan, ngerumpiiiiii… Erwannya ngak ada lagi pergi ke Sebabi… jadi kita semua ngambur-ngamburin kost Erwan, kita ngerumpi ampe jam 11 malem, trus V n Mel nginep di Kost Pita…. dan acara ngerumpi di Kost berlanjut ampe jam 2 pagi… padahal paginya musti ngantor. Alhasil pas pagi mata kita semua pada merah n benkak… heheh… tapi seru loh.

August 22, 2006

Ditinggal lagi…

Hari ini pas lagi asyik browsing n apdet blog, Ka Syahid telepon, katanya hari ini mo ketemuan, klo V bisa pulang cepat. Ka Syahid mo training lagi ke Samarinda, 21 hari bhow…

Ini kesekian kalinya beliau pergi, ke tempat dan tujuan yang sama, dan dengan alasan yang sama pula…. dan ini yang paling lama… huhu….Ka Syahid udah minta ama bosnya buat batalin training ke Samarinda, tapi ngak bisa juga. Emang kelihatannya aneh ya… nambah ilmu bukannya senang, ee…. malah jadi beban.

Soalnya jarak Palangka-Samarinda ngak dekat, itulah yang bikin kami lemes begitu dengernya… kita kebiasa ketemu n telponan tiap hari… jadi Samarinda itu "momok" buat kita…. Yang pasti tagihan telepon saya bisa mbludak ngak karuan….

Selain itu, ada planning buat bulan ini n awal bulan depan yang pasti bakalan molor lagi…. sedih…

Nyeri Tengkuk Jangan “Di Kretek”

Nyeri tengkuk bisa menyerang siapa saja. Biasanya orang mengatasinya dengan memutar atau menghentakkan leher hingga berbunyi kretek… Benarkah itu?
Nyeri tengkuk sering terjadi sebagai akibat dari kesalahan postur tubuh. Tidak hanya saat beraktivitas aktif, posisi tidur yang salah pun dapat menjadi penyebabnya.

Bagaimana Mengatasinya?

  • Stretching (peregangan) otot leher saat Anda mulai merasakan ketegangan, yaitu dengan menggerakkan kepala ke segala arah dan tahan selama beberapa detik pada posisi tertentu, selanjutnya gerakkan lengan dan tahan selama beberapa detik.
  • Pemijatan ringan pada otot leher dapat memperlancar sirkulasi darah.
  • Pengobatan dengan obat-obatan jenis muscle relaxan (pelemas otot) untuk mengurangi ketegangan otot.
  • Leher kaku yang kumat-kumatan dapat berkurang dengan dikompres handuk hangat selama 20 menit.
  • Injeksi
  • Kendalikan stres

Ada beberapa hal yang harus dihindari dan harus dilakukan agar nyeri tengkuk dapat terkendali, yaitu:

  • Posisi yang menambah beban tulang leher. Posisi membungkuk, menunduk, atau tengadah yang terlalu lama akan memberikan tambahan beban pada tulang-tulang
  • Tidur dengan posisi yang salah. Posisi tidur yang benar adalah posisi anatomis, yaitu posisi tulang belakang, tulang ekor, dan tulang leher sejajar. Gunakan alas tidur yang tidak terlalu empuk. Pilih jenis kasur pegas, bukan kasur busa, dan tidurlah dengan bantal yang tidak terlalu tinggi.
  • Beban berat pada salah satu bahu. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan nyeri tengkuk saja, tetapi juga nyeri bahu dan lengan. Misalnya jika Anda membawa beban berat pada bahu kanan maka kepala dan leher cenderung untuk melawan beban ini ke arah yang berlawanan. Gerakan berlawanan ini menggunakan kontraksi otot berlebihan yang dapat menimbulkan rasa kaku dan nyeri.
  • Ubah Gaya Hidup Anda!
Yang perlu anda lakukan :
  • Lakukan teknik meditasi atau senam pernafasan untuk mengurangi ketegangan.
  • Pelihara pola pikir yang positif.
  • Tetap aktif namun jangan berlebihan, aturlah waktu kerja dan jam istirahat.
  • Lakukan olahraga secara teratur 20-30 menit seminggu selama 3-4 kali.
  • Konsumsi makanan yang bergizi sesuai kebutuhan tubuh, batasi kopi dan rokok.
  • Biasakan tidur dengan waktu yang relatif sama dari hari ke hari, dan waktu tidur yang cukup (sekitar 8 jam sehari), serta batasi waktu tidur siang sehingga ritme tidur malam tidak terganggu.